wiwik21

Just another WordPress.com site

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan daarah yang memberi gejala, yang akan berkelanjutan pada organ target, seperti stroke (untuk otak), penyakit jantung koroner (untuk pembuluh darah jantung) dan hipertrofi vertikel kanan (untuk otot jantung). ( Bustan.N.M.2007) Makin tinggi tekanan darah, maka makin keras jantung harus bekerja untuk tetap memompa melawan hambatan. Jika, dengan berjalannya waktu, otot jantung lelah, bias terjadi kelemahan jantung dan akhirnya gagal jantung. Karna beban berlebihan yang di letakannya pada arteri, Tekanan darah tinggi dapat mempercepat pelapukan dan kerusakannya,terutama pada organ-organ yang dituju, yakni otak,koroner, dan ginjal. Oleh karena itu, hipertensi yang tidak di obati sering mengakibatkan stroke dan serangan jantung yang berbahaya . stroke dan serangan jantung yang fatal mempunyai peluang dua kali lebih besar pada orang yang menderita hipertensi yang tidak diobati dibandingkan pada mereka yang memiliki tekanan darah normal di usia yang sama. (Wolff Peter Hanns.2006) Beberapa penyebab hipertensi dikarnakan asupan makanan yang tinggi sodium,stress psikilogi, kegelisahan dan hiperaktivitas. (Wolff Peter Hanns.2006) Sekitar 20% dari semua orang dewasa menderita hipertensi dan menurut statistic angka ini terus meningkat. Sekitar 40% dari semua kematian dibawah usia 65 tahun adalah akibat hipertensi. (Wolff Peter Hanns.2006) Dengan melihat hal-hal teresbut diatas maka penulis terdorong untuk membuat suatu proposal penelitian yang berjudul : “prevalensi penyakit hipertensi pada orang dewasa di RSUD Abepura periode juli-oktober tahun 2010.A 1.2 Rumusan Masalah 1. bagaimana gambaran penderita hipertensi di RSUD Abepura? 2. berapa prevalensi penderita hipertensi di RSUD Abepura ? 3. berapa umur terbanyak dari penderita hipertensi di RSUD Abepura? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran penderita hipertensi di RSUD abepura . 1.3.2 Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui prevalensi penderita hipertensi di RSUD Abepura. b. untuk mengetahui umur terbanyak dari penderita hipertensi di RSUD Abepura. 1.4 Manfaat penelitian 1. instansi • Sebagai bahasan masukan dan kajian bagi instansi kesehatan, dalam hal ini RSUD Abepura. Melakukan usaha-usaha apromotif,prefentif, dan rehabilitasi dalam rangka menuntaskan kasus-kasus hipertensi. 2. Instansi Terikat • Sebagai bahan kajian untuk membuat penelitian lebih lanjut yang terikat factor-faktor yang berhubungan dengan penyakit hipertensi. 3. Masyarakat • Memberi informasi kepada seluruh masyarakat di Papua tentang penyakit hiipertensi. • sebagai bahan acuan untuk penelitian-penelitian selanjutnya. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Definisi Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang akan berkelanjutan pada organ target. Seperti stroke (untuk otak),penyakit jantung koroner(untuk prmbuluh darah jantung) dan hipertrofi (untuk otot jantung). 2.1.2 Etiologi • Penelitian ekologi ( garam dan tekanan darah ) • Penelitian observasional ( berat badan dan tekanan darah ) 2.1.3 Patifisiologi Dimulai dengan atherosclerosis, gangguan struktur anatomi pembuluh darah peripher yang berlanjut dengan kekakuan pembuluh darah . kekakuan pembuluh darah disertai dengan penyempitan dan kemungkinan pembesaran plaque yang menghambat gangguan peredaran darah peripher. Kekakuan dan kelambanan aliran darah menyebabakan beban jantung bertambah berat yang akhirnya dikompensasi dengan peningkatan upaya pemompaan jantung yang memberikan gambaran peningkatan tekanan darah dalam sirkulasi. 2.1.4 Klasifikasi Dikenal berbagai penglompokan hipertensi: 1. Menurut kasusnya a. Hipertensi esensil (hipertensi primer);hipertensi yang tidak jelas penyebabnya. b. Hipertensi skunder; hipertensi kausa tertentu 2. Menurut gangguan tekanan darah a. Hipertensi sistolik; peninggian tekanan darah sistolik saja b. Hipertensi diastolik;peninggian tekanan diastolic 3. Menurut baratnya atau tingginya peningkatan takanan darah a. Hipertensi ringan TTD 90-110 mmHg b. Hipertensi sedang TTD 110-130 mmHg c. Hipertensi berat TTD > 130 mmHg 2.1.5 Faktor Resiko Hipertensi Faktor risiko hipertensi, beberapa di antaranya dapat dikendalikan atau dikontrol dan tidak dapat dikontrol diantaranya : 1. Faktor risiko yang dapat dikendalikan atau dikontrol yaitu obesitas, kurang olahraga, merokok, menderita diabetes mellitus, menkonsumsi garam berlebih, minum alkohol, diet, minum kopi, pil KB , stress emosional dan sebagainya. 2. Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan atau tidak dapat dikontrol yaitu Umur, jenis kelamin, dan genetic. 2.1.6 Komplikasi Dalam perjalannya penyakit ini termasuk penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi antara lain : 1.Stroke 2.Gagal jantung 3.Ginjal 4.Mata Hubungan stroke dengan hipertensi dapat dijelaskan dengan singkat, bahwa tahanan dari pembuluh darah memiliki batasan dalam menahan tekanan darah yang datang. Apalagi dalam otak pembuluh darah yang ada termasuk pembuluh darah kecil yang otomatis memiliki tahanan yang juga kecil. Kemudian bila tekanan darah melebihi kemampuan pembuluh darah, maka pembuluh darah ini akan pecah dan selanjutnya akan terjadi stroke hemoragik yang memiliki prognosis yang tidak baik. Dengan demikian kontrol dalam penyakit hipertensi ini dapat dikatakan sebagai pengobatan seumur hidup bilamana ingin dihindari terjadinya komplikasi yang tidak baik. 2.1.7 Diagnosis Hipertensi biasanya didiagnosis selama pemeriksaan fisik umum-up, atau kunjungan ke dokter untuk beberapa keluhan lain – kadang-kadang seseorang mungkin didiagnosis mengalami stroke atau serangan jantung dan kemudian ditemukan memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah diukur dengan menggunakan alat yang disebut sphygmomanometer, yang memiliki tiup manset yang melilit lengan atas dan digembungkan dengan udara melalui bola karet yang berulang kali meremas. Ketika tekanan di dalam manset mendapat cukup tinggi, itu memotong aliran darah dalam arteri utama dari lengan atas – udara ini kemudian perlahan-lahan dilepaskan dari manset melalui katup dan sebagai tekanan di dalam manset jatuh suara darah mengalir melalui arteri didengar melalui stetoskop diletakkan di atas arteri. Tekanan di mana suara pertama kali mendengar sebagai manset dirilis adalah tekanan sistolik dan tekanan di mana suara terakhir terdengar, sebagai darah kembali diam alirannya, yang terlepas – adalah tekanan diastolik. Otomatis alat pengukur elektronik melakukan hal yang sama tetapi lebih akurat, mudah digunakan, dan dapat digunakan oleh pasien untuk memantau rumah tekanan darah. Seorang dokter tidak akan mendiagnosa hipertensi pada dasar satu membaca abnormal karena tekanan darah berfluktuasi dan biasanya memakan waktu tiga bacaan abnormal tinggi berturut-turut, diambil pada kesempatan yang berbeda, sebelum diagnosis hipertensi dapat dibuat. Titik di mana pembacaan tekanan darah tinggi dianggap abnormal akan tergantung pada usia seseorang – ahli menyarankan bahwa orang di bawah usia 65 tahun harus memiliki tekanan darah pada sisa tidak lebih besar dari 130/85 mm Hg – dan mereka lebih dari 65 tahun harus bertujuan untuk tekanan darah pembacaan tidak lebih dari 140/90 mm Hg. Ketika tekanan darah seseorang dipandang secara konsisten tinggi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa apakah ada penyakit yang mendasari bisa pelakunya dan juga untuk memeriksa apakah ada tanda-tanda kerusakan pada organ tubuh seperti pulsa absen dalam anggota badan, bukti penyakit arteri di retina mata, atau jejak mikroskopis darah dalam urin (tanda penyakit ginjal). Bahkan jika tekanan darah menjadi normal ditemukan setelah tiga memeriksanya masih harus diperiksa secara teratur karena dapat berubah dan hipertensi sebelumnya didiagnosa dan dikendalikan, semakin sedikit kerusakan akan ada ke otak, jantung, ginjal dan organ lainnya. Mereka yang tidak memiliki riwayat pribadi atau keluarga kondisi harus memiliki memeriksa setiap dua tahun dan selama kunjungan rutin ke dokter – orang-orang dengan riwayat pribadi atau keluarga tekanan darah tinggi, stroke atau serangan jantung harus diperiksa lebih sering. 2.1.8 Penatalaksanaan Dalam penanganan penyakit hipertensi ini, mempunyai tujuan untuk dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler dan mortalitas serta morbiditas yang berkaitan. Tujuan terapi adalah mempertahankan tekanan sistolik dibawah 140 mmHg dan tekanan diastolik di bawah 90 mmHg juga mengontrol faktor resiko..Langkah-langkah yang dianjurkan untuk merupah gaya hidup antara lain : a. Menurunkan berat badan bila terdapat kelebihan berat-badan. b. Membatasi/menghilangkan alkohol. c. Meningkatkan aktifitas fisik aerobik (30-45 menit/hari) d. Diet e. Berhenti merokok dan mengurangi asupan lemak dalam makanan. 2.2 Kerangka Teori Kerangka teori dalam penelitian ini meliputi: 2.3 Kerangka Konsep 2.3.1 Variabel Penelitian 2.4 Definisi Operasional NO DEFINISI PENJELASAN SKALA 1 2 3 4 Genetika Umur Jenis kelamin Jumlah kematian Factor keturunan yang dimaksud adalah rwayat hipertensi dalam keluarga yaitu orang tua atau saudara kandung, ada keluarga yang hipertensi dan tidak ada keluarga yang hipertensi. Usia responden yang terhitung sejak lahir hingga ulang tahun terakhir. 1: Muda (16 – 25 tahun) 2: Dewasa (26 – 35 tahun) 3: Tua (36 – 46 tahun) Laki-laki dan perempuan Jumlah penderita yang hidup dan jumlah penderita yang meninggal Nominal Ordinal Nominal Variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penelitian ini metode yang dimaksud adalah penelitian deskriptif dengan mengunakan jenis cross sectional karena penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data yang terdapat di Rmah Sakit Umum Daerah Abepura. 3.2 Lokasi dan Waktu penelitian • Lokasi Tempat penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura • Waktu Penelitian Waktu penelitian periode 2009-2010 3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi Penelitian Populasi yang diambil adalah pasien yang dating berobat di Rumah Sakit Umum Daerah abepura. 3.3.2 Sampel Penelitian Sampel yang diambil yaitu pasien yang menderita penyakit Hipertensi yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura. 3.4 Teknik Pengambilan Data Pengumpulan data sekunder, dilakukan melalui penelitian atau penelusuran terhadap sumber-sumber informasi yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian. Pengumpulan data diambil berdasarkan rekaan medic di Rumah Sakit Umum Daerah abepura , kemudian dibuat berdasrkan hasil data dirawat inap. Tabel 1.1 Prevalensi Penderita Penyakit Hipertensi pada Orang Dewasa di RSUD Abepura Daerah 2009 2010 1. Kamkai 2. Padang Bulan 3. Yotefa 4. Kotaraja 5. Lingkaran 6. Tanah Hitam 259 201 229 305 150 123 331 225 250 320 175 129 Total 1.267 1.430 DAFTAR PUSTAKA Bustan.N.M.2007.Epidemologi Penyakit tidak Menular.Rineka Cipta.Jakarta Wolff Peter Hanns.2006.Hipertensi.PT Bhuana Ilmu Populer.Jakarta

leave a comment »

About these ads

Written by wiwikdwiyanti

Mei 26, 2011 at 5:57 am

Ditulis dalam Uncategorized

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: